Istilah Komedi secara kontemporer adalah sebuah wacana atau pekerjaan yang umumnya ditujukan untuk menjadi lucu atau menghibur dengan menginduksi tawa, terutama di teater, televisi, film dan stand-up comedy (komedi Tunggal). Komedi bukanlah sains, tapi seni. Karena itu tidak ada aturan dan itu bisa sangat subyektif tentang kelucuan. Apakah seseorang menemukan kelucuan atau mungkin orang lain malah merasa ngeri. Satu hal yang patut dicatat adalah bahwa ketika menganalisis komedi dan suatu kelucuan, hampir ketika dari sudut pandang anda mencoba melihat langsung atau menganalisa terlalu banyak maka semua kelucuan menghilang, jadi bila komedi dianggap sebagai sains dan anda terlalu kritis anda tidak akan menemukan kelucuan pada sebuah komedi.

Mengapa kita menemukan hal-hal yang lucu dalam komedi ? memaksa kita untuk bereaksi tertawa. Tidak ada jawaban sederhana untuk mengapa ada sesuatu yang lucu dan mekanismenya, karena komedi adalah sebuah seni dan subjektif maka kelucuan kadang dipengaruhi oleh kebutuhan unik dari setiap orang atau  kadang karena perasaan lebih cerdas terhadap objek komedi. Kita hanya bisa tertawa kalau objek komedi adalah sesuatu hal yang menurut kita lebih bodoh. Mekanisme tertawa juga sangat fluktuatif dipengaruhi oleh tingkat pemahaman kita terhadap bahan komedi, kadang tidak semua orang bisa memahami dan tertawa dalam mengkonsumsi acara lawakan cerdas. Dalam lingkaran sastra, orang sering berbicara tentang komedi tinggi dan komedi rendah. Komedi tinggi dipandang sebagai humor yang membutuhkan kecerdasan intelektual, karena sering bercerita tentang masyarakat yang tinggi dengan karakterisasi pintar dan situasi yang kompleks sedangkan Komedi rendah dipandang sebagai humor tanpa harus memikir, karena biasanya bercerita tentang kehidupan sehari-hari. Keseharian kita yang anggap biasa bisa menjadi humor yang sering komedian menggunakan bahasa kasar dan lelucon.

Ada berbagai jenis komedi diantaranya : 1) Dagelan. sebuah lelucon kasar yang berimplementasi bukan hanya dari segi bahasa tapi kadang perilaku juga. 2) Parodi. pekerjaan komedi yang sengaja meniru gaya lain untuk efek humor atau ejekan. 3) Lelucon. parodi ringan atau imitasi lembut, tidak selalu dimaksudkan untuk mengejek atau mengolok-olok hal yang tidak faktual tapi humor terjadi dalam pengakuan bagian yang tidak faktual tersebut, atau melalui karakter berlebihan dalam keadaan tidak masuk akal yang tampaknya lepas kendali dan menjadi semakin menggelikan. 4) Sindiran. menirukan dan mengejek dalam rangka untuk mengolok-olok mereka dengan humor. 5) Ironi. kebalikan dari apa yang diharapkan terjadi atau di mana seseorang mengatakan kebalikan dari apa yang mereka maksud. 6) sarkasme, humor dengan sindiran kasar (penghinaan).

Recent Articles